Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Game Buatan Indonesia 'Duckie Land' Raih Penghargaan Asia Star 10x10 2022

November 17, 2022 Add Comment
Duckie Land yang merupakan game online berbasis metaverse multiplatform asal Indonesia, yang berjalan di atas blockchain, meraih penghargaan untuk Kategori Growth di Asia Star 10x10 2022.


Asia Star 10x10 2022 merupakan ajang yang diinisiasi oleh Alibaba Cloud, bekerja sama dengan mitra ekosistem teknologi untuk merayakan beragam pencapaian entitas berbasis teknologi di Asia Tenggara, dengan cara memberikan pengakuan kepada 100 perusahaan, komunitas, dan proyek dalam sepuluh kategori di seluruh wilayah.

Alhamdulillah, Jalan Tol Kuala Tanjung-Parapat Ditarget Beroperasi 2020

Agustus 18, 2019 Add Comment
ilustrasi


INFO PARAPAT -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut pembangunan jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat ditargetkan siap beroperasi pada 2020 nanti. Proyek jalan tol sepanjang 143,5 kilometer (km) itu merupakan lanjutan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,72 km.

Jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat dinilai akan meningkatkan konektivitas destinasi wisata, termasuk akses dari Medan ke Kawasan Pariwisata Strategis Nasional Danau Toba, Sumatera Utara.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian PUPR, Rabu (31/7), pembangunan jalan tol ditugaskan kepada PT Hutama Karya (Persero). Selanjutnya, kontraktor pelat merah itu bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Toll Road membentuk BUJT, yakni PT Hutama Marga Waskita, ditarget siap beroperasi pada 2020 dengan masa konsesi 40 tahun.

Jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat akan terdiri dari enam seksi, yaitu seksi 1 Tebing Tinggi-Inderapura (20,4 km), seksi 2 Inderapura-Kuala Tanjung (15,6 km), seksi 3 Tebing Tinggi-Serbelawan (30 km).

Kemudian, seksi 4 Serbelawan-Pematang Siantar (28 km), seksi 5 Pematang Siantar-Seribudolok (22,3 km), dan seksi 6 Seribudolok-Parapat (16,7 km).

Pembangunan proyek jalan tol ini mendapat dukungan pembiayaan pemerintah. Upaya ini dimaksudkan demi meningkatkan tingkat kelayakan investasinya.

Dukungan tersebut berupa pembangunan sebagian konstruksi jalan tol pada seksi 5 dan 6. Saat ini, kedua seksi tersebut masih dalam tahap pembebasan lahan.

Sementara itu, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Marga Waskita mengerjakan konstruksi pada seksi 1-4. Untuk seksi 1 saat ini, progres pembebasan lahannya sudah mencapai 63,7 persen dan progres konstruksinya sebesar 18,1 persen.

Adapun, seksi 2 masih dalam tahap pembebasan lahan. Sedangkan seksi 3 pembebasan lahannya sudah 82 persen dan konstruksinya telah dimulai pada bulan ini dan pembebasan lahan seksi 4 sebesar 22,75 persen dengan progres konstruksi mencapai 5,1 persen.

Jalan tol tersebut akan memiliki 7 buah simpang susun di Inderapura, Tebing Tinggi, Serbelawan, Pematang Siantar, Seribudolok, Parapat, dan Simpang Susun Raya.

Pembangunan jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat diperkirakan menelan biaya investasi sekitar Rp13,4 triliun, termasuk biaya konstruksi sebesar Rp9,6 triliun.

Jalan tol ini diharapkan akan mempercepat waktu tempuh dari Medan ke Danau Toba, termasuk mendongkrak ekonomi Sumatera Utara. (sumber)

Hebat! Robot Bawah Laut Ciptaan Mahasiswa UI Raih Juara ASEAN

Mei 15, 2019 Add Comment
Makara
INFO PARAPAT -- Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Autonomous Marine Vehicle Team UI (AMV UI) berhasil meraih juara satu tingkat ASEAN atas terobosannya membuat Robot Makara 08 Mark II.

Makara 08 Mark II adalah sebuah robot bawah laut yang dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi korban kapal tenggelam, pencarian puing-puing properti yang tenggelam, memudahkan proses pekerjaan inspeksi lambung kapal, dan pekerjaan lainnya yang sulit dan riskan jika dilakukan oleh manusia.

Ajang kompetisi tersebut bernama The 3rd ASEAN MATE Underwater Robot Competition yang berlangsung pada 4–5 Mei 2019 di Surabaya. Dengan kemenangan ini, tim AMV UI langsung mewakili Indonesia serta tingkat Regional ASEAN untuk berkompetisi pada ajang International MATE ROV Competition yang di Kingsport Tennessee, Amerika Serikat, Juni mendatang.

Juru bicara Universitas Indonesia, Rifelly Dewi Astuti, mengatakan Makara 08 Mark II merupakan robot bawah laut yang mampu menyelam dengan kedalaman 5 meter dan mampu bertahan selama 30 menit. Robot ini dapat ditugaskan untuk inspeksi kondisi bawah air/laut dan dapat menggambarkan kondisi di dalamnya.

"Dalam turnamen itu, Robot Makara 08 Mark II berhasil menuntaskan misi inspeksi waduk dan reparasi, riset saluran air bersih, serta mendeteksi miniatur meriam pra-sejarah dan mengukur diameter, volume, dan beratnya meriam tersebut sebelum dinaikkan ke permukaan air," ujar Rifelly, Selasa, 14 Mei 2019.

Keunggulan dari Robot karya mahasiswa UI ini, di antaranya memiliki kemampuan image processing secara otomatis sehingga memudahkan pilot untuk mengidentifikasi biota bawah laut. Selain itu, image processing juga memudahkan menemukan sebuah retakan pada jalur pipa dan mengukur secara otomatis ukuran dari retakan tersebut.

"Robot ini juga memiliki sensor suhu dan pH, serta memiliki posisi truster yang memudahkan pilot dalam memiringkan posisi ROV sehingga dapat mengubah orientasi kamera secara cepat," ungkapnya.

Ketua AMV UI Alif Hikmah Fikri, mahasiswa Teknik Perkapalan 2016, menceritakan pengalamannya saat kompetisi. Dia menyampaikan turnamen itu menjadi ajang pembuktian bahwa mahasiswa juga telah mampu mengkreasikan sebuah inovasi dan mampu menjawab kebutuhan industri akan teknologi tanpa awak.

"Dengan mengembangkan sebuah Robot Makara 08 Mark II, kami tidak hanya diuji dari segi mengelaborasi ilmu STEM (science, technology, engineering, and math), melainkan juga harus mampu melihat dari segi kewirausahaan, di mana produk kami harus mampu memenuhi kebutuhan market," kata Alif.

AMV UI yakin mampu bersaing dan menyelesaikan misi-misi perlombaan saat nanti berkompetisi di Amerika Serikat. "Kami ingin menunjukkan bahwa tim Indonesia mampu mengungguli kampus terkemuka dunia dalam ajang kompetisi bergengsi ini,” ujar Alif.

Turnamen tingkat internasional ini diadakan oleh Marine Advanced Technology Education (MATE) yang merupakan ajang untuk mempertandingkan karya inovasi mahasiswa yang berkenaan dengan Remotely Operation Vehicle (ROV) yang dapat berupa robot bawah air atau juga dikenal sebagai kendaraan bawah air yang dioperasikan dari jarak jauh.

Tim AMV UI beranggotakan sebanyak 25 mahasiswa UI yang datang dari berbagai lintas ilmu, diantaranya Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Komputer, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan IPA. (sumber)

Ini Harapan Gubri ke Pengusaha Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) untuk Pembangunan Bengkalis

Februari 13, 2018 Add Comment
Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman mengharapkan Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) Kabupaten Bengkalis dapat mendukung seluruh program percepatan pembagunan di Provinsi Riau seperti yang tertuang di Visi dan Misi Provinsi Riau.

Demikian diungkapkan Gubri saat memberikan kata sambutan di acara Marsombuh Sihol Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) Kabupaten Bengkalis yang dipusatkan di Gedung Aula Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau di Jalan Hangtuah, Simpang Pokok Jengkol, Duri, Kecamatan Mandau, Minggu (22/10/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Gubri juga mengajak seluruh jajaran IKEIS se-Kabupaten Bengkalis dan elemen masyarakat se-Kabupaten Bengkalis dapat bersama, bahu-membahu memberikan kontribusi serta dukungan untuk pembangunan di Kabupaten Bengkalis khususnya dan Provinsi Riau umumnya.

Selain dihadiri beberapa anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Dapil Mandau dan Pinggir, Ketua TP PKK (Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Bengkalis, Kasmarni Amril, Kepala Satuan Kerja Pemkab Bengkalis, Camat Mandau, Camat Pinggir, Camat Bathin Solapan, Camat Talang Muandau, beberapa Kepala Forkomfinda Kabupaten Bengkalis, tokoh-tokoh masyarakat, acara IKEIS Kabupaten Bengkalis juga dihadiri langsung Wakil Bupati Simalungun Provinsi Sumatera Utara, Ir H Amran Sinaga M.Si. (sumber)


Pengembangan Danau Toba dkk Butuh US$700juta

Februari 13, 2018 Add Comment
Pembangunan infrastruktur di empat destinasi wisata prioritas yang menjadi bagian dari 10 kawasan strategis pariwisata nasional membutuhkan biaya US$700juta. Keempat daerah tujuan wisata prioritas itu adalah Danau Toba, Borobudur, Madalika, dan Labuan Bajo.

Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Kementerian PUPR Hadi Sucahyono mengatakan bahwa anggaran yang dibutuhkan itu tersebut terdiri atas pinjaman World Bank sebesar US$300 juta dan APBN sebanyak US$400 juta.

"Dari US$400 juta APBN ini dilakukan secara bertahap anggarannya selama 5 tahun. Dimulai dari tahun ini, 2018," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (28/1/2018).

Anggaran senilai US$400 juta tersebut akan digunakan membangun infrastruktur jalan, permukiman, air bersih, dan sanitasi hingga penataan destinasi wisata.

"Kami juga bekerja sama dengan masyarakat dan privat industri seperti agen travel. Pembangunan ini enggak menunggu masterplan karena urgen dibangun, kami pakai kajian yang ada sebelumnya," tuturnya.

Hadi menuturkan bahwa pembangunan wilayah kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) akan terdapat dalam Masterplan dan Development Plan Wilayah Pengembangan Strategis yang memuat program 20 tahunan, 10 tahunan, 5 tahunan, yang kemudian didetailkan ke dalam program jangka pendek dan tahunan.

"Masterplannya baru ada pada Maret. Ini kami menggunakan kajian dahulu untuk pembangunannya. Enggak nunggu masterplan. Apa yang harus dibangun ya, kami bangun," ujarnya.

Di destinasi Danau Toba, lanjutnya, Kementerian PUPR membangun jalan nasional seperti jalan lingkar luar Danau Toba, lalu jalan akses ke Bandara Sibisa, jalan akses ke Badan Otorita Danau Toba, dan jalan akses menuju Taman Bunga di Humbang Hasundutan.

Pariwisata Danau Toba nantinya akan ditopang juga oleh jalan tol. Setelah jalan tol Kualanamu—Medan—Tebing Tinggi dan Medan—Binjai rampung, Kementerian PUPR bakal melanjutkan jaringan tol dari Tebing Tinggi—Pematang Siantar—Parapat.

Selain membangun jalan tentu membangun pemukiman dengan sejumlah prasarana.

Pembangunan infrastruktur dasar dan penanganan sanitasi dengan membangun toilet, tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS 3R), mandi cuci kakus komunal, dan system penyediaan air bersih.

"Pembangunan yang sama juga dilakukan di KSPN lainnya, tapi yang di Mandalika sendiri kami lakukan di luar KEK [kawasan ekonomi khusus] yakni jalan akses menuju ke sana," katanya.

Pembangunan KSPN ini tidak hanya dilakukan oleh Kementerian PUPR, tetapi juga bekerja sama dengan kementerian lainnya dan pemerintah daerah.

"Jalan-jalan provinsi dan kabupaten yang menuju kawasan pariwisata dibangun oleh pemerintah daerah," ucap Hadi. (sumber)