Al-Alimi Didorong Satukan Ekonomi Yaman

Januari 02, 2026
Presiden Yaman, Dr. Rashad Al-Alimi, mendapatkan sorotan luas setelah keputusan strategisnya terkait pengeluaran pasukan Uni Emirat Arab dari wilayah selatan. Langkah ini dinilai sebagai momentum penting bagi integrasi nasional dan stabilitas ekonomi negara.

Marwan Al-Ghafuri, penulis dan dokter asal Yaman, menyampaikan dukungannya secara terbuka kepada Al-Alimi melalui pesan yang dipublikasikan di akun Facebook-nya. Ia menekankan bahwa langkah Presiden merupakan tindakan berani yang tidak mampu dilakukan negara-negara lebih besar.

Dalam pesannya, Al-Ghafuri menekankan bahwa sekarang saatnya Yaman bergerak maju tanpa penundaan, keraguan, atau perhitungan rumit. Ia mendorong Presiden untuk melakukan pembangunan kembali negara dengan fokus pada stabilitas dan kemandirian nasional.

Salah satu fokus utama yang disarankan adalah penyatuan ekonomi Yaman antara pemerintah PLC di Aden dan pemerintah Sanaa. Al-Ghafuri menekankan perlunya integrasi sistem mata uang dan perbankan untuk menciptakan aliran ekonomi yang lebih lancar di seluruh wilayah Yaman.

Menurut Al-Ghafuri, langkah ini harus dilakukan secara langsung dan tegas, dengan semua pihak pemerintah kembali ke Aden untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan. Langkah ini juga dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan ekonomi oleh pihak luar atau militer non-pemerintah.

Penyatuan ekonomi dianggap menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik dan pasar terhadap pemerintah. Mata uang yang stabil serta sistem perbankan yang terintegrasi akan mempermudah transaksi bisnis, investasi, dan distribusi barang penting di seluruh negeri.

Al-Ghafuri juga menekankan perlunya dialog dengan pemerintah Sanaa, termasuk membahas kebijakan fiskal dan moneter bersama, agar integrasi ekonomi dapat berlangsung lancar tanpa menimbulkan gesekan politik.

Usulan ini sekaligus menyasar penghapusan hambatan perdagangan dan arus barang serta jasa antara wilayah yang sebelumnya terpecah akibat konflik. Dengan demikian, rakyat dan sektor bisnis dapat menikmati kelancaran distribusi ekonomi.

Di mata elit Yaman, gagasan penyatuan ini memiliki daya tarik strategis karena menjanjikan stabilitas ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal. Elite bisnis dan pejabat perbankan melihat ini sebagai peluang untuk memperkuat posisi mereka di pasar domestik.

Namun, ada tantangan signifikan, terutama dari kelompok STC di selatan. Mereka memiliki kontrol militer dan pengaruh politik yang cukup besar, sehingga integrasi ekonomi tidak bisa dilakukan tanpa negosiasi yang matang.

Beberapa analis menilai, integrasi ekonomi ini dapat menjadi senjata diplomasi internal yang kuat, memperkuat posisi PLC dan Sanaa dalam perundingan nasional, serta menekan tekanan STC tanpa perlu konfrontasi militer langsung.

Langkah ini juga bisa meningkatkan legitimasi Al-Alimi di mata internasional. Dengan integrasi ekonomi yang terencana, Yaman dapat menunjukkan kapasitas pemerintah untuk mengelola negara secara profesional dan stabil.

Al-Ghafuri menekankan bahwa pembangunan ekonomi Yaman tidak bisa hanya mengandalkan bantuan luar, tetapi perlu melibatkan diaspora, akademisi, dan profesional Yaman untuk mendukung reformasi. Ini sekaligus membentuk fondasi ekonomi yang mandiri.

Mata uang yang stabil akan menjadi simbol kepercayaan publik dan investor, sementara integrasi perbankan memungkinkan aliran modal yang lebih efisien, mengurangi risiko inflasi atau manipulasi oleh pihak bersenjata.

Elit bisnis di Aden dan Sanaa diprediksi akan menerima langkah ini karena membawa keuntungan langsung bagi perdagangan, perbankan, dan sektor transportasi. Integrasi ekonomi menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat posisi elit di dalam negeri.

Namun, sebagian kalangan politik menilai bahwa langkah ini memiliki risiko jika tidak diikuti langkah keamanan dan koordinasi militer. STC tetap memiliki kekuatan di selatan yang bisa memengaruhi stabilitas ekonomi secara lokal.

Meski begitu, penyatuan ekonomi tetap dianggap sebagai usulan terbaik untuk saat ini karena menawarkan pendekatan damai dan berbasis kebijakan daripada konfrontasi militer. Ini memungkinkan PLC dan Sanaa membangun fondasi jangka panjang.

Analisis menunjukkan, integrasi ekonomi ini dapat memicu perubahan besar dalam keseimbangan kekuatan internal Yaman, memperkuat posisi pemerintah pusat dibandingkan pihak milisi atau faksi bersenjata.

Langkah awal dimulai dari mata uang dan sistem perbankan, kemudian menyasar sektor transportasi, logistik, dan perdagangan lintas wilayah. Strategi ini dirancang agar dampaknya terasa cepat sekaligus berkelanjutan.

Kesimpulannya, penyatuan ekonomi Yaman yang diusulkan Al-Alimi merupakan langkah strategis yang bisa diterima elit dan masyarakat, sambil memberikan tekanan tersirat kepada STC. Meskipun bukan solusi menyeluruh, langkah ini dinilai paling rasional dan aman dibanding opsi militer.

Integrasi ekonomi antara PLC dan Sanaa membuka harapan baru bagi Yaman untuk keluar dari krisis multidimensi, memperkuat negara, dan menciptakan landasan bagi perdamaian yang lebih stabil di masa depan.

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »