Pernyataan pers yang dikeluarkan Liga Hadramaut menjadi penanda penting dalam dinamika politik terbaru di wilayah Hadramaut. Dalam momentum yang disebut sebagai titik bersejarah perjuangan rakyat Hadramaut, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan masa depan yang berlandaskan keadilan, hak, dan pengakuan identitas.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Liga Hadramaut menggelar rapat luar biasa di tengah apa yang mereka sebut sebagai capaian dan kemenangan politik Hadramaut dalam beberapa waktu terakhir. Rapat ini membahas berbagai isu strategis yang dinilai krusial bagi arah perjuangan dan posisi Hadramaut ke depan.
Juru bicara resmi Liga Hadramaut, Faiz Salim Al-Syai‘ri, menyampaikan pernyataan ini kepada publik dan media pada 5 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil merupakan bagian dari tanggung jawab sejarah terhadap rakyat Hadramaut.
Dalam pernyataannya, Liga Hadramaut menyambut baik undangan Kerajaan Arab Saudi untuk menggelar dialog komprehensif yang melibatkan seluruh komponen Hadramaut dan selatan Yaman di Riyadh. Undangan tersebut dipandang sebagai peluang strategis untuk membangun keamanan dan stabilitas yang berkelanjutan.
Liga Hadramaut menilai dialog Riyadh sebagai ruang penting untuk merumuskan solusi politik yang adil dan realistis. Mereka menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi secara aktif dengan membawa visi nasional yang bertanggung jawab demi kepentingan rakyat.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah soal identitas dan kekhususan Hadramaut. Liga menegaskan bahwa Hadramaut bukan sekadar wilayah geografis, melainkan entitas historis dengan identitas yang mengakar kuat dalam peradaban dan budaya damai.
Menurut pernyataan tersebut, Hadramaut memiliki seluruh elemen penopang sebuah negara, baik dari aspek sejarah, sosial, maupun ekonomi. Letak geopolitik dan potensi sumber dayanya dinilai menuntut perlakuan politik yang setara dan bermartabat.
Liga Hadramaut menolak pandangan yang mereduksi Hadramaut sebagai wilayah pinggiran tanpa hak menentukan masa depannya sendiri. Mereka menekankan bahwa kekhususan Hadramaut harus diakui dalam setiap pengaturan politik yang akan datang.
Pernyataan itu juga menyoroti apa yang disebut sebagai ketidakadilan historis terhadap Hadramaut sejak 1967. Liga menilai bahwa sejak periode tersebut, Hadramaut mengalami marginalisasi sistematis dan penghapusan peran politiknya.
Menurut Liga, kondisi tersebut telah berlangsung terlalu lama dan kini saatnya ketidakadilan sejarah itu diakhiri. Hadramaut, kata mereka, harus diakui sebagai pihak politik yang mandiri dan tidak bisa diabaikan dalam proses penyelesaian konflik Yaman.
Dalam konteks ini, Liga Hadramaut menegaskan bahwa Hadramaut memiliki isu politik dan sejarahnya sendiri yang terpisah. Pengakuan terhadap realitas ini dianggap sebagai kunci untuk mencapai solusi politik yang berkelanjutan.
Aspirasi rakyat Hadramaut juga menjadi sorotan penting dalam pernyataan tersebut. Liga menegaskan bahwa hak menentukan nasib sendiri dan mengelola urusan politik, ekonomi, serta keamanan adalah hak sah masyarakat Hadramaut.
Mereka menilai stabilitas kawasan secara keseluruhan tidak akan tercapai tanpa pemenuhan hak-hak Hadramaut secara utuh. Justru, Hadramaut diyakini mampu menjadi motor pembangunan dan stabilitas jika diberikan kewenangan yang layak.
Liga Hadramaut menolak keras kebijakan politik yang bersifat subordinatif atau memaksakan ketergantungan. Mereka menekankan perlunya pendekatan yang menghormati kehendak rakyat dan realitas sosial Hadramaut.
Dalam hal dialog, Liga memandang proses Riyadh sebagai sarana membangun, bukan sekadar forum formal. Mereka menyerukan kepada seluruh peserta dialog untuk mengakui secara terbuka hak-hak Hadramaut.
Bahasa rasionalitas dan logika dinilai harus dikedepankan agar dialog tidak berujung pada kompromi semu. Liga menegaskan bahwa hasil dialog harus menjamin perdamaian jangka panjang.
Menurut mereka, tantangan yang dihadapi kawasan saat ini hanya bisa dihadapi melalui persatuan visi dan pengakuan hak masing-masing pihak. Hadramaut diposisikan sebagai bagian penting dari solusi, bukan objek kebijakan.
Di akhir pernyataan, Liga Hadramaut kembali menegaskan komitmennya terhadap perjuangan damai. Mereka menyatakan akan tetap berpihak pada kehendak rakyat dan supremasi hukum.
Liga juga berjanji untuk terus menjadi suara yang setia membela identitas dan kemandirian keputusan Hadramaut. Mereka menegaskan tidak akan mengorbankan prinsip demi kepentingan sesaat.
Pernyataan tersebut ditutup dengan harapan agar seluruh pihak diberi petunjuk demi kebaikan Hadramaut, serta terwujudnya keamanan dan stabilitas yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
EmoticonEmoticon