Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Festival Solu Bolon di FDT 2019

Desember 12, 2019 Add Comment
Dragonboti, itu kalau orang kita Batak sering ucapkan. Ialah Solu Bolon alat transportasi masyarakat Batak Toba yang sudah eksis sejak dulu khususnya bagi masyarakat yang tinggal di pinggir Danau Toba. Berbentuk perahu dengan ukuran cukup besar, Solu Bolon ini sering digunakan masyarakat sebagai alat transportasi hingga kegiatan ekonomi.
.
Menghidupkan kembali tradisi, Solu Bolon pun ikut diperlombakan di Festival Danau Toba (FDT) 2019 di Parapat yang diikuti oleh 9 tim dari yang berasal dari kabupaten se-kawasan Danau Toba. Kini, Solu Bolon sudah mulai dapat apengakuan. Dalam Lomba Solu Bolon di FDT 2019, langsung diatur oleh Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia.
.
Insya Allah, dengan FDT ini menjadi langkah kita kembali hidupkan dan rawat budaya tradisi kita agar tak lupa darimana kita berasal.
__
#musarajekshah #ijeck #ijeck09 #sumaterautara #sumut #sumutbermertabat #wakilgubernur #wakilgubernursumut #wagubsu #wagubsumut #membangundesamenatakota 
#YokKeSumut
#PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia
#FestivalDanauToba #FestivalDanauToba2019
#LakeToba #DanauToba #ExcitingNorthSumatera #Indtravel #jalanjalan #travelgram #traveling #travelblog #keluarbentar

Sumber: https://www.facebook.com/434156423702715/posts/821792758272411/?substory_index=0

#MalindoAir dan #AirAsia Punya #DirectFlight ke #Silangit #JanganPanikDollarNaik #PersijaDay #JumatBerkah

September 07, 2018 Add Comment
ilustrasi
INFO PARAPAT -- Bandara Internasional Silangit, Siborong-Borong, sudah sangat representatif. Bandara ini siap menyambut direct flight internasional.

Semua aspek teknis dan non teknisnya sudah disiapkan luar biasa. Pengembangan dilakukan mengingat Bandara Silangit diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 750 ribu orang per tahun.

Direct flight internasional pertama Bandara Silangit dilakukan maskapai Malindo Air, Jumat (17/8/2018) kemarin. Malindo ini menghubungkan Bandara Sultan Abdul Aziz Shah, Subang Malaysia, dengan Bandara Silangit.

Selain ini, Silangit juga siap menyambut kehadiran AirAsia. Maskapai ini akan menghubungkan Silangit dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur 2, Malaysia. Flight ini mulai akan bergulir 28 Oktober 2018 mendatang.

Executive General Manager Bandara Internasional Silangit Eri Braliantoro mengatakan bahwa secara menyeluruh, Bandara Silangit sudah siap mendukung direct flight untuk Malindo. Silangit juga sudah siap menerima kehadiran AirAsia nanti.

"Kami tentu gembira karena bisa mendukung flight perdana Malindo secara lancar dan aman,” kata Eri Braliantoro, Sabtu (18/8/2018).

Menurutnya, persiapan matang sudah dilakukan otoritas Bandara Silangit. Sehari jelang kedatangan Malindo Air, otoritas Bandara melakukan simulasi kedatangan dan keberangkatan wisatawan internasional.

Berbagai piranti pendukung teknis maupun non teknis juga sudah diaktifkan. Hasilnya positif dan semua proses simulasi berjalan dengan lancar. (sumber)

Jasa Raharja Tanggung Pengobatan Korban Kapal Tenggelam di #DanauToba #SumutBerduka #Lebaran2018

Juni 20, 2018 Add Comment
INFO PARAPAT -- PT Jasa Raharja akan menjamin biaya perawatan korban KM Sinar Bangun yang mengalami luka luka. Selain itu, Jasa Raharja juga menyerahkan santunan meninggal dunia kepada ahli waris yang sah.

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo S melalui Kepala Cabang Jasa Raharja Sumatera Utara Ifryantono mengatakan pihaknya akan mendatangi tempat kejadian dan menerbitkan surat jaminan biaya perawatan bagi korban luka luka. Sebagaimana dikatakan dalam keterangan resminya, Selasa (19/6).

Hal ini sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan seluruh korban terjamin oleh UU No 33 tahun 1964. Terhadap korban meninggal dunia santunan sejumlah Rp 50 juta, sementara untuk korban luka-luka langsung diterbitkan jaminan biaya perawatan ke rumah sakit di mana korban dirawat.

Diketahui, KM Sinar Bangun yang membawa puluhan penumpang berangkat dari pelabuhan Simanindo Samosir menuju pelabuhan Tiga Ras Simalungun. Namun pada pukul 17.15 WIB kapal tenggelam di Danau Toba, diduga karena hantaman ombak besar sehingga penumpang kapal beserta muatannya ikut tenggelam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sekitar 37 korban tenggelam KM Sinar Bangun telah dievakuasi sejumlah kapal perahu di sekitar lokasi terdekat perairan Danau Toba Sumatera Utara.

Saat ini, Tim Basarnas langsung melakukan pertolongan dengan menggunakan KMP Sumut 1 dan 2, untuk mencari puluhan penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Petugas terus mencari hingga dapat penumpang yang belum ditemukan," katanya seperti dilansir dari Antara, Selasa (19/6).

Sebanyak 19 penumpang Kapal Motor Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba berhasil ditemukan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Riyadil Akhir Lubis mengatakan, dari jumlah penumpang yang ditemukan itu, 18 orang ditemukan selamat, sedangkan seorang lainnya meninggal dunia.

Dia mengatakan KMP Sumut 2 berhasil menemukan tiga penumpang KM Sinar Bangun yang seluruhnya dalam kondisi selamat. Sedangkan KMP Sumut 1 menemukan dua penumpang.

"Satu selamat, satu lagi meninggal dunia berjenis kelamin perempuan," jelasnya.

Penumpang yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim KMP Sumut 1 dan 2 dirawat di puskesmas di pinggiran Danau Toba yang masuk wilayah Kabupaten Simalungun. Sebanyak 14 penumpang KM Sinar Bangun lainnya ditemukan pengelola Kapal Kayu Cinta Damai, namun kondisinya belum dapat diketahui. (sumber)

Pengunjung Membludak, Kendaraan di Parapat Macet 20 Km

Juni 17, 2018 Add Comment
wisatawan (ilustrasi/sumber)
INFO PARAPAT -- Libur Lebaran hari kedua terjadi antrean panjang kendaraan di ruas jalan lintas Kabupaten Toba Samosir (Tobasa ) menuju Parapat, Sabtu (16/6/2018).

Antrean mobil berjejer ini diperkirakan sepanjang 20 kilometer menuju masuk kawasan wisata Parapat dan sebagian menuju Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Pantauan tribun-medan.com, mobil cukup padat di gapura masuk ke pelabuhan Ajibata.

Ada yang melanjutkan perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dan juga berhenti sejenak di lokasi wisata Danau Toba.

Kemacetan ini terjadi mulai pukul 13.00WIB.

Selain volume kendaraan yang tinggi, kemacetan ini juga terjadi lantaran beberapa mobil memilih berbelok masuk ke SPBU.

Selain itu juga, parkir kendaraan yang terlalu banyak mengambil badan jalan salah satu menjadi penyebabnya.

Kasatlantas Polres Simalungun, AKP Hendri ND Barus mengungkapkan, volume kendaraan arus balik dari lokasi wisata mulai terjadi.

"Volume kedaraan untuk kembali ke Kota Medan memang sudah mulai terjadi. Kemacetan yang datang dari Tobasa mulai pulang ke Kota Medan. Tapi, kita sudah kerahkan anggota untuk mengingatkan pengendara agar tidak berhenti sembarangan,"ujarnya.

AKP Hendri mengatakan, polisi yang berjaga memiliki tugas mengingatkan pengendara untuk tidak berhenti sembarangan.

Menurutnya, kemacetan yang terjadi lantaran volume kendaraan yang tinggi dan parkir sembarangan.

"Kita sudah imbau kepada pengendara agar memarkirkan kendaraannya yang telah disediakan. Atau berhenti di Pos Pam untuk istirahat," ungkapnya.

Ia memastikan Besok Minggu (17/6/2018) merupakan puncak volume kendaraan dari Parapat menuju Kota Pematangsiantar dan ke Kota Medan.

"Besok mulai pukul 13.00WIB hingga 16.00WIB akan terjadi peningkatan volume kendaraan. Maka, kita akan melakukan rekayasa lalu-lintas. Kita akan utamakan pengendara yang menuju kota Siantar di jalan utama. Sementara, yang menuju Parapat kita buat jalur alternatif," ujarnya. (sumber)

Wisata Dolok Silau Simalungun

Mei 02, 2018 Add Comment
INFO PARAPAT -- Dolok Silau mempunyai destinasi wisata sejarah yang berharga di Simalungun dan di Indonesia.

Beberapa makam keluarga raja-raja Dolok Silau mempunyai nilai sejarah yang tinggi. (baca selanjutnya di sini)

Termasuk juga daerah Silau Kahean. Salah satu yang bernilai adalah Masjid Al Jihad yang merupakan wakaf dari keturunan Tuan Nagori Dolog bernama Djaberang Purba Tambak, sekira 1964.




Usai UNBK, Kendaraan Wisata Siswa SMA Siantar Masuk Jurang Menuju Parapat

April 21, 2018 Add Comment
INFO PARAPAT -- Sebanyak 15 siswa rombongan Yayasan Pendidikan SMA Erlangga, Siantar, mengalami kecelakaan saat merayakan selesainya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Kamis (12/4/2018) malam kemarin. Informasi yang dihimpun Sabtu (14/4/2018), siswa yang hendak merayakan hari ‘bebas sekolah’ itu mengalami kecelakaan, ketika angkot yang mereka tumpangi masuk jurang sedalam lebih kurang 20 meter, di Jalan Lintas Tiga Ras-Parapat Nagori Sipolha, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, sekira jam 19.00 Wib.

Para pelajar yang baru selesai melaksanakan UNBK dan corat-coret seragam sekolah itu disebutkan sedang dalam perjalanan menuju Parapat. Namun naas, angkot yang ditumpangi oleng dan hilang kendali hingga terjun ke dalam jurang. Akibatnya seluruh siswa mengalami luka ringan dan luka serius dalam kecelakaan tersebut. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam insiden tersebut. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa itu kemudian membawa seluruh siswa yang cedera menggunakan kapal penyeberangan, ke ke RSUD Parapat, untuk mendapatkan perawatan medis.

Mengutip Restorasidaily.com, para siswa yang berhasil diketahui identitasnya adalah 1. Tiorina boru Damanik (17) warga Jalan Tongkol Pematangsiantar 2. Indah Khairani (20) warga Jalan Tongkol Pematangsiantar 3. Putri Lestari boru Sitopu (18) warga Parluasan Pematangsiantar 4. Zahrun Nisa (16) warga Jalan Lintas Tiga Balata mengalami patah jari tangan telunjuk dan jari tengah sebelah kiri 5. M Rizky Hidayattullah (18) warga Jalan Tangki Lorong 20 Pematangsiantar. 6. Movita Sari (17) warga Jalan Asahan Batu V Simalungun yang sudah dibawa pulang oleh pihak keluarganya. (sumber)

Menggugah Sadar Wisata Pelaku Usaha di #DanauToba

April 10, 2018 Add Comment
ilustrasi
INFO PARAPAT -- Presiden Joko Widodo sudah menjadikan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata nasional dari 10 destinasi wisata di Indonesia.

Tentunya hal itu menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Utara, termasuk warga Kabupaten Simalungun, karena akan memberikan banyak dampak bagi peningkatan perekonomian dan pembangunan daerah di sekitar Danau Toba. Janji nyata Presiden Joko Widodo untuk membangun banyak infrastruktur dalam rangka mendukung Danau Toba sebagai destinasi pariwisata nasional sudah dibuktikannya dengan direalisasikannya jalan tol Kualanamu-Tebing Tinggi. Lalu ditingkatkannya status Bandara Silangit menjadi bandara internasional.

Saat ini memang sudah terlihat arus kunjungan wisatawan yang meningkat ke kawasan Danau Toba, khususnya di Kabupaten Simalungun. Rata-rata kunjungan wisatawan saat hari libur nasional maupun akhir pekan antara 3.000-5.000 wisatawan per hari. Namun untuk mampu mewujudkan Danau Toba sebagai ”Monaco of Asia” tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, tapi juga kesadaran masyarakat untuk mendukungnya tidak kalah penting sehingga wisatawan bisa betah dan nyaman berkunjung.

Selama ini tidak bisa dimungkiri cukup banyak wisatawan yang datang ke sejumlah daerah tujuan wisata yang ada di kawasan Danau Toba, seperti Parapat di Kabupaten Simalungun kecewa dengan sikap yang kurang baik dari warga, seperti pedagang oleh-oleh dan rumah makan. Mereka memberikan kesan tidak baik kepada wisatawan sehingga enggan datang kembali. Kebanyakan masyarakat pelaku wisata di Parapat masih menganggap wisatawan membawa banyak uang dan tidak mungkin datang kembali sehingga jasa yang dibutuhkan harus dibayar mahal. Banyak masyarakat pelaku wisata mengedepankan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya saat jasanya dibutuhkan.

Mereka tidak memikirkan wisatawan itu akan datang kembali suatu saat nanti dan bercerita bagaimana perlakuan yang diberikan masyarakat. Pemerhati pariwisata di Kabupaten Simalungun T Siallagan mengatakan, dengan sikap masyarakat tadi akan sulit membangkitkan wisata Parapat sebagai kota turis di kawasan Danau Toba. ”Parapat dan Danau Toba sebenarnya tidak kalah dengan Bali, saya yakin itu. Tapi masalahnya, masyarakat pelaku wisata di sekitarnya belum mampu menghormati dan memanjakan turis yang datang sehingga sulit membangkitkan wisata di sini (Parapat),” ujar Siallagan.

Dia mencontohkan,untuk menyewa tikar di pantai Parapat, seorang wisatawan harus mengeluarkan uang antara Rp30.000-50.000 saat hari libur. Padahal jika hari biasa harga sewa bisa hanya Rp20.000 karena pengunjung sepi. Belum lagi harga cenderamata atau oleh-oleh khas Parapat, seperti buah mangga Parapat yang dijual tidak sesuai dengan harapan wisatawan sehingga kerap membuat kesal wisatawan. ”Jika pelayanan pelaku wisata di Parapat buruk kepada wisatawan, itu akan menjadi cerita buruk mereka di tempat asalnya. Dampaknya membuat temantemannya akan enggan datang ke sini (Parapat),” ujarnya.

Di samping itu, kebebasan wisatawan untuk berekspresi dalam menikmati keindahan Danau Toba juga belum sepenuhnya dapat dimaklumi atau diterima masyarakat sekitar. Masyarakat masih memegang teguh adat, etika, dan akidah yang berlaku di tengah-tengah masyarakat. Menurut Siallagan, sadar wisata harus menjadi bagian kehidupan masyarakat pelaku wisata di Parapat dengan menjadikan wisatawan sebagai tamu kehormatan. Mereka harus disambut dengan ramah dan diberikan pelayanan yang terbaik. Dampaknya mereka betah berlibur dalam waktu yang lama.

Di sisi lain, Siallagan juga tetap mengharapkan optimalisasi promosi dan memperbanyak kalender wisata di kota turis Parapat oleh pemerintah daerah sehingga tetap ada event yang mampu menjadi suguhan menarik untuk dinikmati wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Simalungun Pahala Sinaga mengatakan, untuk mendukung pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun, tahun ini pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pembangunan jalan-jalan strategis menuju kawasan Danau Toba. (sumber)

Parapat, Simalungun, Destinasi Wajib Bila ke Danau Toba

Februari 13, 2018 Add Comment
1. Pulau Samosir

Pulau Samosir merupakan salah satu Kabupaten yang cukup unik dengan letak geografisnya, dimana Pulau ini merupakan salah satu pulau yang terbesar di indonesia. Kabupaten Samosir merupakan salah satu Kabupaten yang baru lahir dikarenakan Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Toba Samosir. Objek wisata yang di tawarkan disini cukup banyak mulai dari wisata alam yang cukup menawan dan wisata adat – istiadat yang kental menjadikan Pulau Samosir merupakan salah satu objek wisata yang cukup di andalkan di Provinsi Sumatera Utara.

2. Parapat

Parapat merupakan tempat wisata yang cukup indah pemandangannya, karena disini anda akan disuguhkan dengan alam yang cukup memukau, karena sepanjang perjalanan menuju parapat anda bisa beristirahat disepinggir jalan untuk melihat pemandangan danau toba yang cukup luas, disana juga anda bisa bersantai dan beristirahat dengan minuman kopi dan makanan ringan lainnya. Selain itu juga sebelum sampai di kota parapat anda akan melihat banyaknya monyet yang berkeliaran untuk mencari makan, jadi tips buat anda yang mau menuju kesana sebaiknya membawa makanan ringan seperti kacang dan kue yang nantinya akan anda akan berikan buat monyet dispenjang jalan. Parapat sendiri berada di girsang sipangan bolon Kabupaten Simalungun, akses perjalanan yang di tempuh dari medan ke Kota Parapat hannya membutuhkan waktu 4 – 5 jam saja dari Kota Medan.

3. Bakara

Bakara sendiri merupakan nama daerah yang ada di kabupaten Humbang Hasundutan yaitu kecamatan baktiraja, di tempat ini anda bisa berwisata alam dan melihat pemandangan indah danau toba, bagi anda yang hobby memancing anda bisa Wisata Mancing disana sambil menikmati pemandangan yang indah, kalau anda beruntung ikan mujahir dan ikan mas kiloan anda bisa bawa pulang dari tempat ini.

4. Pantai Lumban Silintong Balige

Pantai ini terletak di Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara, perjalanan anda dapat gunakan menggunakan jalan darat dan udara, jika anda dari medan anda dapat menggunakan kendaraan umum untuk menuju kota balige dengan lama perjalanan kurang lebih 6 Jam perjalanan, tapi jika anda ingin cepat sampai anda bisa melalui bandara kuala namu medan bisa terbang menggunakan pesawat menuju siborong – borong kabupaten taput, hanya menempuh setengah jam saja. Wisata Danau Toba Di lumban silintong memang menarik anda bisa berjalan di sepanjang bibir pantai, disana anda bisa berenang bersama keluarga dan menikmati pemandangan indah dan tawaran wisata kuliner yang cukup menggoyang lidah seperti makanan khas ikan bakar khususnya ikan mas dan ikan mujair yang langsung dari danau toba dan makanan panggang lainnya.

5. Pulau Sibandang

19 Objek Wisata Danau Toba yang Wajib dikunjungi adalah Pulau Sibandang berlokasi di wilayah Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara. Pulau ini merupakan pulau yang dikelilingi oleh danau toba. Untuk mengakses daerah ini anda bisa menggunakan akses kapal karena untuk menuju daerah ini tersedia perahu untuk mengantar anda menuju ke pulau sibandang, di pulau ini di huni oleh 1000 an kepala keluarga. Di sini banyak sekali buah mangga jika anda beruntung pada musimnya anda bisa makan buah mangga yang harganya cukup murah dan rasanya yang manis dan anda bisa memakannya sepuasnya.

6. Tongging

Desa Tongging merupakan Desa yang berada di kecamatan Merek Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Tongging merupakan tempat wisata yang menarik karena menawarkan pemandangan danau toba yang cukup eksotis dari tempat ketinggian, anda bisa mengabadikan foto bersama dengan keluarga anda disana.

7. Pusuk Buhit

Cerita Adat Istiadat yang kental masih kita dapatkan di daerah Pusuk Buhit, dimana Pusuk buhit merupakan perbukitan yang berada di daerah Pulau Samosir, menurut sejarah masyarakat disana bahwa tempat inilah asal mula orang batak yang dinamakan Mula Jadinabolon. Di tempat ini kita akan disuguhkan pemandangan yang cukup indah, sehingga anda akan merasa kagum melihat panorama alam yang di tawarkan, untuk menuju kesana tersedia bus yang tersedia di kaki bukit yang menuju pusuk buhit, tetapi itupun angkutan umum tersebut tidak sampai di puncak bukit, masih di butuhkan berkisar 500 meter lagi menuju daerah puncak. Sehingga disarankan jika anda berada di pulau samosir anda harus singgah menuju tempat yang satu ini.

8. Sipinsur

Sipinsur merupakan tempat wisata alami yang cukup indah di Kabupaten Humbang Hasundutan, dimana Wisata Sipincur sangat sering dikunjungi oleh wisatawan lokal, sebenarnya tempat wisata ini cukup menarik, namun sangat disayangkan karena lokasi wisata ini tidak terawat dengan baik, karena minimnya fasilitas seperti tempat makan dan minum, namun dari segi kondisi jalan sudah baik. Untuk menuju lokasi ini anda hanya membutuhkan waktu 60 menit saja dari bandara silangit kabupaten tapanuli utara. Lokasi Sipinsur sendiri menjadi lokasi wisata persinggahan saja, karena di uraikan hal tersebut di atas yaitu minimnya fasilitas makan dan minum yang tersedia disana, semoga saja Pemerintah setempat memberikan perhatian yang lebih baik lagi untuk mengelola tempat wisata dimaksud.

9. Ambarita

Tempat Wisata Danau Toba yang kita bahas berikutnya adalah Ambarita disini cukuplah menarik karena menawarkan wisata adat istiadat yang masih kental, dimana bangunan yang ada menjadi saksi bisu bagaimana dahulu perkampungan ini berada. Karena dulu masyarakat batak masih sempat memakan manusia, sungguh menyeramkan memang, tetapi berkat datangnya para misionaris menjadikan masyarakat batak sudah mulai mengenal agama kristen sehingga budaya memakan manusia berangsur – angsur hilang.

10. Simanindo

Simanindo merupakan salah satu Desa di Kabupaten Samosir, yaitu berada di Pulau Samosir, di dusun huta bolon anda dapat meilihat rumah batak selain itu anda juga bisa melihat benda – benda peninggalan pendahulu orang batak, disini anda juga akan disuguhkan dengan tarian khas orang batak yaitu Tarian Tortor.

11. Pangururan

Pangururan merupakan salah satu kecamatan yang ada di pulau samosir kabupaten samosir provinsi sumatera utara. Di panguran anda dapat menikmati suguhan pemandangan danau toba, bagi anda yang hoby berenang bersama keluarga disini tempatnya, disini anda tidak perlu takut penginapan dan ketersediaan makanan disana, karena di kota ini tersedia hotel dan makanan yang beragam untuk anda coba di tempat ini, salain itu disini juga anda akan menikmati pemandian air panas alam yang sangat terkenal, karena di samosir cuaca agak dingin, jadi sangat disarankan bagi anda yang berkunjung ke samosir anda harus berendam air panas di Pangururan.

12. Tomok

19 Objek Wisata Danau Toba yang Wajib dikunjungi adalah Tomok, Disini anda bisa melihat boneka sigale – gale yang sangat terkenal, yaitu boneka yang bisa menari – nari tetapi dengan bantuan di gerakkan oleh seseorang di belakangya, boneka ini terbuat dari kayu dan di beri pakaian batak, dimana cerita terdahulunya merupakan boneka yang di buat dikarenakan kerinduan orang tuanya kepada anaknya tidak pernah pulang. dulu saya pernah membahasnya di sini. Selain itu juga anda akan bisa melihat museum Raja Sidabutar, disini anda bisa melihat makam yang sangat tua yang terbuat dari batu dan dipahat sedemikan rupa, dan merupakan makam yang sangat unik dan tidak bisa kita jumpai pada zaman sekarang ini.

13. Tuktuk

Tempat ini merupakan lokasi yang pertama sekali kita jumpai jika kita menyebarang dari parapat menuju pulau samosir, disini anda dapat menikmati pemandangan danua toba yang cukup memukau selain itu disana anda akan di tawarkan dengan adat istiadat yang kental, di tuktuk juga anda bisa membeli sovenir yang cukup beragam mulai dari hiasan dingding, ukiran patung, ulos hingga alat – alat musik tradisonal batak seperti taganing, hasapi dan seruling batak, disini anda pasti akan puas dengan beragamnya oleh – oleh yang bisa kita bawa dari sana.

14. Aek Sipitu Dai

Aek Sipitu Dai berada di Kecamatan Sianjur mula – mula dan untuk menuju ke sini anda sebaiknya melewati pangururan samosir saja karena lokasinya cukup dekat dari sana, di sini anda akan melihat 7 (tujuh) pancoran air dari sumber air yang sama dengan rasa yang berbeda – beda, sungguh unik memang, selain itu juga airnya dipercaya mampu untuk mengobati berbagai penyakit.

15. Danau Sidihoni

Danau Sidihoni merupakan danau di atas danau yang cukup spektakuler dikarenakan juga danau yang terletak di kecamatan pangururan. Danau ini sering memberikan cerita tersendiri karena warnanya sering berubah – ubah sesuai dengan kejadian – kejadian yang sering terjadi di Negara kita.

16. Danau Aek Natorang

Danau Aek Natorang merupakan salah satu danau yang berada di daerah Kecamatan Simanindo, Danau ini merupakan danau di atas danau, tempat ini merang kurang di kelola dengan baik, dikarenakan akses jalan yang masih tidak baik untuk dilalui kendaraan, padahal di danau ini terletak eksotis pemandangan yang cukup menakjukkan untuk dikunjungi pada Wisata Danau Toba.

17. Kampung Siallagan

Kampung Siallagan ini merupakan perkampungan yang berdiri kokoh pada zaman kerajaan Raja Laga Siallagan, perkampungan ini merupakan tempat yang cukup menarik karena di tempat ini berdiri bangunan rumah adat batak dan dikelilinggi pagar batu – batuan dan bambu yang dulunya merupakan penghalau dari serangan binatang buas. Di tempat ini ada yang di sebut batu parsdangan tempat ini merupakan tempat untuk mengadili seseorang yang berbuat jahat, tapi anda tidak perlu takut dengan cerita history yang lebih lengkap anda akan dapatkan disana dipandu warga yang lama tinggal disana.

18. Desa Suhi Suhi

Untuk menempuh daerah Desa Suhi Suhi ini anda akan disuguhkan dengan perkampungan batak yang cukup menarik karena di daerah ini anda juga akan melihat bangunan – bangunan rumah adat istiadat yang cukup menarik, relif bangunan yang khas seperti gorga atau ukiran – ukiran pada dingding rumah menjadikan daya tarik tersendiri bagi pecinta seni. Wisata Danau Toba sungguh menarik, Di desa ini mata pencarian yang paling banyak di tekuni para perempuan adalah membuat ulos yang cukup menarik, karena ulos yang di buat merupakan ulos yang di rajut dengan alat tradisional sehingga menghasilkan rajutan kain yang cukup rapi dan baik, banyak motif dan gaya yang di tawarkan untuk anda beli disini, sehingga harganya bisa terkejut mendengarnya bisa sampai 10 juta rupiah, tapi anda tidak takut berbelanja disana karena kain ulos ada juga yang harganya yang ratusan ribu rupiah tetapi tergantung bahan dan kerumitan ulos yang di buat para pengrajin.

19. Rumah Pengasingan Mantan Presiden RI Soekarno

Tempat ini merupakan tempat bersejarah karena disini merupakan rumah yang cukup indah dan mempunyai history sendiri karena rumah ini sempat di tempatti oleh presiden pertama kita presiden soekarno, di tempat ini anda bisa melihat pemandangan danau toba dari sisi lain cukup indah karena danaunya langsung lepas luas dari atas bangunan ini.

(sumber)

Ini Harapan Gubri ke Pengusaha Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) untuk Pembangunan Bengkalis

Februari 13, 2018 Add Comment
Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman mengharapkan Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) Kabupaten Bengkalis dapat mendukung seluruh program percepatan pembagunan di Provinsi Riau seperti yang tertuang di Visi dan Misi Provinsi Riau.

Demikian diungkapkan Gubri saat memberikan kata sambutan di acara Marsombuh Sihol Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) Kabupaten Bengkalis yang dipusatkan di Gedung Aula Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau di Jalan Hangtuah, Simpang Pokok Jengkol, Duri, Kecamatan Mandau, Minggu (22/10/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Gubri juga mengajak seluruh jajaran IKEIS se-Kabupaten Bengkalis dan elemen masyarakat se-Kabupaten Bengkalis dapat bersama, bahu-membahu memberikan kontribusi serta dukungan untuk pembangunan di Kabupaten Bengkalis khususnya dan Provinsi Riau umumnya.

Selain dihadiri beberapa anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Dapil Mandau dan Pinggir, Ketua TP PKK (Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Bengkalis, Kasmarni Amril, Kepala Satuan Kerja Pemkab Bengkalis, Camat Mandau, Camat Pinggir, Camat Bathin Solapan, Camat Talang Muandau, beberapa Kepala Forkomfinda Kabupaten Bengkalis, tokoh-tokoh masyarakat, acara IKEIS Kabupaten Bengkalis juga dihadiri langsung Wakil Bupati Simalungun Provinsi Sumatera Utara, Ir H Amran Sinaga M.Si. (sumber)


Pengembangan Danau Toba dkk Butuh US$700juta

Februari 13, 2018 Add Comment
Pembangunan infrastruktur di empat destinasi wisata prioritas yang menjadi bagian dari 10 kawasan strategis pariwisata nasional membutuhkan biaya US$700juta. Keempat daerah tujuan wisata prioritas itu adalah Danau Toba, Borobudur, Madalika, dan Labuan Bajo.

Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Kementerian PUPR Hadi Sucahyono mengatakan bahwa anggaran yang dibutuhkan itu tersebut terdiri atas pinjaman World Bank sebesar US$300 juta dan APBN sebanyak US$400 juta.

"Dari US$400 juta APBN ini dilakukan secara bertahap anggarannya selama 5 tahun. Dimulai dari tahun ini, 2018," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (28/1/2018).

Anggaran senilai US$400 juta tersebut akan digunakan membangun infrastruktur jalan, permukiman, air bersih, dan sanitasi hingga penataan destinasi wisata.

"Kami juga bekerja sama dengan masyarakat dan privat industri seperti agen travel. Pembangunan ini enggak menunggu masterplan karena urgen dibangun, kami pakai kajian yang ada sebelumnya," tuturnya.

Hadi menuturkan bahwa pembangunan wilayah kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) akan terdapat dalam Masterplan dan Development Plan Wilayah Pengembangan Strategis yang memuat program 20 tahunan, 10 tahunan, 5 tahunan, yang kemudian didetailkan ke dalam program jangka pendek dan tahunan.

"Masterplannya baru ada pada Maret. Ini kami menggunakan kajian dahulu untuk pembangunannya. Enggak nunggu masterplan. Apa yang harus dibangun ya, kami bangun," ujarnya.

Di destinasi Danau Toba, lanjutnya, Kementerian PUPR membangun jalan nasional seperti jalan lingkar luar Danau Toba, lalu jalan akses ke Bandara Sibisa, jalan akses ke Badan Otorita Danau Toba, dan jalan akses menuju Taman Bunga di Humbang Hasundutan.

Pariwisata Danau Toba nantinya akan ditopang juga oleh jalan tol. Setelah jalan tol Kualanamu—Medan—Tebing Tinggi dan Medan—Binjai rampung, Kementerian PUPR bakal melanjutkan jaringan tol dari Tebing Tinggi—Pematang Siantar—Parapat.

Selain membangun jalan tentu membangun pemukiman dengan sejumlah prasarana.

Pembangunan infrastruktur dasar dan penanganan sanitasi dengan membangun toilet, tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS 3R), mandi cuci kakus komunal, dan system penyediaan air bersih.

"Pembangunan yang sama juga dilakukan di KSPN lainnya, tapi yang di Mandalika sendiri kami lakukan di luar KEK [kawasan ekonomi khusus] yakni jalan akses menuju ke sana," katanya.

Pembangunan KSPN ini tidak hanya dilakukan oleh Kementerian PUPR, tetapi juga bekerja sama dengan kementerian lainnya dan pemerintah daerah.

"Jalan-jalan provinsi dan kabupaten yang menuju kawasan pariwisata dibangun oleh pemerintah daerah," ucap Hadi. (sumber)

Wagubsu Hadiri Peresmian Gedung Geopark Parapat

Februari 13, 2018 Add Comment
Wagubsu Dr Nurhajizah Marpaung menghadiri peresmian Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Toba . Peresmian ini dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Kamis (18/1) di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Pada persemian itu Wagubsu juga menyaksikan penandatanganan naskah penyerahan Pusat Informasi yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun yang diterima Wakil Bupati Simalungun, Amran Sinaga.

Wagubsu pada kesempatan itu mengharapkan kementerian ESDM terus mendukung pengembangan Geopark Kaldera Toba (GKT) seperti pusat-pusat informasi yang sedang dan akan dipersiapkan yaitu Tongging kabupaten Karo, Huta Ginjang Kabupaten Tapanuli Utara), Sipinsur kabupaten Humbang Hasundutan, Silalahi kabupaten Dairi dan Galery di Sigulatti kabupaten Samosir. “Kami mohon dukungan yang kuat dari Bapak Menteri, karena dukungan ini sangat penting dalam pencapaian Geopark Kaldera Toba,” ujar Wagubsu.

Wagubsu optimis dengan segenap upaya dan kerjasama yang terus dilakukan semua pihak keinginan bersama menjadikan Danau Toba anngota UNesco Global Geopark. “Dan ini tentunya relevsn dengan penetapan danau toba sebagai kawasan strategis nasional dan merupakab 10 destinasi prioritas beyond Bali, yang saat ini menjadi prioritas untik dikembangkan,” sebut Nurhajizah.

Yonan dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar ke depan geocenter (pusat informasi) ini dapat berkembang menjadi geocenter berstandar internasional. “Tolong agar dapat dioperasikan dengan baik. Kita bantu dan dukung Pemkab untuk mengisi dan mengoperasikan. Ini adalah salah satu geopark di atas gunung yang terbesar di dunia, bahkan di Eropa saya tidak lihat yang sebesar ini. Tantangannya adalah bagaimana membuatnya menjadi pusat tujuan wisata,” ujar Jonan.

Selain operasional dari Pusat Informasi ini, infrastruktur lanjut Menteri, juga menjadi perhatian Pemerintah. “Nanti prasarana kereta api relnya diperbaiki dari Medan ke Siantar yang tadinya 3 jam kalau itu diperbaiki nanti itu bisa 1 jam,” lanjutnya.

“Tantangan paling penting, tidak ada yang bisa mengembangkan kecuali Bapak Ibu yang asli sini. Listrik, infrastruktur, dan penunjangnya akan ditingkatkan, tapi core-nya harus bagus. Kalau dikelola dengan kualitas sama pasti harganya nanti sama (dengan di Eropa),” ujar Jonan.

Sementara itu, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar menyampaikan, peresmian ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk mempercepat proses pengakuan Kaldera Danau Toba sebagai warisan geologi dunia dan masuk menjadi anggota UNESCO Global Geopark.

Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Danau Toba menyajikan beragam informasi atas kronologi historis peristiwa super volcano membentuk kaldera gunung api serta keunikan peristiwa geologi lainnya. Selain itu, kehadiran tempat yang memiliki luas 17 x 8 meter ini akan memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat menumbuhkan rasa cinta dalam melindungi warisan geologi dan kesadaran akan pentingnya pelestarian bumi.

Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Toba yang dibangun atas kerjasama Badan Geologi dan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dapat menjadi etalase Geopark Nasional Kaldera Toba. Bangunan ini berada di kawasan Pagoda Pantai Bebas, Panggung Pertunjukan Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun, Parapat, Sumatra Utara. “Lahan dan Bangunan disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun, sementara pengisian materi informasi dilakukan oleh Kementerian lESDM melalui Badan Geologi,” katanya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga, Bupati Toba Samosir, dan mewakili bupati sekawasan Danau Toba, Ketua Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BPGKT), Alimin Ginting, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provsu Dr Hidayati, General Manager BPGKT dan para pengurus lainnya. (sumber)

Tengku Erry Hadiri Milad ke-76 Tuan Guru Syekh Salman Da’im di Simalungun

Januari 05, 2018 Add Comment
Negara yang maju harus dibarengi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Sementara SDM yang baik juga harus dibalut dengan iman dan takwa (Imtaq). Perpaduan inilah yang perlu dilakukan sehingga kita mampu menguasai dunia.

Hal itu diungkapkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provsu, Evi Diana Sitorus, saat bersilahturahmi dan menghadiri Milad ke-76 Syekh Salman Da’im dan pelantikan Dewan Fatwa dan Dewan Mursyiddin Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah, Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Minggu (31/12/2017).

Dikatakan Erry, kehadirannya ke pondok pesantren yang dipimpin oleh Syekh Salman Da’im ini bukanlah yang pertama, melainkan sebelumnya dia sudah mengunjungi pesantren tersebut pada tahun 2008 dan tahun 2009, ketika dirinya masih menjadi Bupati Serdang Bedagai. Diakuinya, tuan guru telah banyak memberikannya masukan, salah satunya kalau kita mau memajukan suatu bangsa, maka tidak ada kata lain harus dengan meningkatkan SDM.

Baca: Silsilah Tarekat Pesantren Bandar Tinggi, Simalungun

“Ini adalah kata kunci yang sampai hari ini tuan guru tetap konsisten memajukan SDM bukan hanya di Sumut, melainkan juga di seluruh Indonesia,” kata Erry sembari mengatakan hal inilah yang membanggakan bagi Sumut dan patut menjadi teladan bagi semua.

Dijelaskan Erry, setelah dirinya menyelesaikan program Pendidikan S2, dengan motivasi dari tuan guru, dia mengikuti jenjang pendidikan S3 yang kemudian dapat diselesaikannya pada Agustus 2017 lalu. Ketika itu, diakui Erry banyak yang bertanya untuk apa lagi mengikuti jenjang pendidikan, sebab semua sudah diperolehnya mulai dari posisi jabatan dan lainnya.

“Namun bagi kita tuntutlah ilmu sampai menjelang akhir hayat, karena dengan ilmu kita bisa menguasai dunia. Apalagi ilmu pengetahuan berkembang pesat, begitu juga dengan teknologi yang semakin canggih,” ujarnya.

Hal ini lanjut Erry, bisa dilihat dimana dengan teknologi kita bisa dengan mudah mengetahui di posisi mana kita berada, termasuk prediksi cuaca juga dengan mudah dapat diakses. Tentunya, hal ini hanya bisa diperoleh dengan SDM, dan SDM yang baik itu harus dibalut dengan Imtaq. “Perpaduan inilah yang terus didorong, sebab tidak ada yang kita cari selain ketenangan. Hal ini tentunya dapat diperoleh dari ketakwaan dan SDM yang baik,” jelas Erry.

Dalam kesempatan itu, Erry juga mengucapkan selama Milad ke-76 kepada tuan guru. Diharapkannya, diberikan usia yang berkah, rezeki agar bisa tetap terus mengayomi masyarakat di Sumut. Sebab kepada tuan gurulah tempat untuk bertanya juga mengadu.

Pimpinan Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah, Syekh Salman Da’im mengapresiasi kehadiran Gubsu Tengku Erry Nuradi. Dikatakan Syekh Salman, perhatian Gubsu terhadap dunia pendidikan sangat konsisten. Dimulai dari Gubsu saat menjadi Bupati Sergai, dia sudah memberikan fasilitas kuliah S2 di Unimed kepada syekh muda Thariqat Nagsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah. Bahkan, sekarang Gubsu juga sudah meminta tuan guru untuk menyiapkan sebanyak 15 orang syekh muda untuk diberikan beasiswa melanjutkan pendidikan S2.

“Ini tentu sangat bersejarah bagi kita. Orang kalau diberikan harta pasti akan habis, tapi kalau diberikan ilmu tentu tidak akan habis,” ujar Syekh.

Lebih lanjut dijelaskan Syekh, ilmu merupakan cahaya, harta dan perbendaharaan yang tidak akan punah. Oleh karena itu, diharapkannya ilmu yang telah diberikan melalui beasiswa kepada syekh muda tentu tidak akan hilang selama-lamanya.

“Kalau uang pasti sudah habis, tapi karena ilmu yang diberikan kepada Syekh muda, tentu ini tidak akan hilang selamanya. Semoga ini menjadi satu berkah untuk kita meningkatkan kualitas SDM dalam menjalankan dakwah sehingga mampu menjawab problematika masyarakat yang kontemporer,” terang Syekh Salman Da’im. (sumber)

Ini Kuliner Santapan Presiden Jokowi di Parapat

September 07, 2016 Add Comment
ilustrasi
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana sangat menikmati masakan khas Batak saat berkunjung ke Danau Toba, satu di antaranya sambal Tombur.

Selama menginap di Hotel Inna Parapat, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana selalu meminta chef Majito Damanik memasak makanan khas Batak.

“Setiap makanan yang disajikan, Pak Presiden selalu minta disediakan sambal Tombur. Jadi Bapak inginnya makanan khas tanah Batak. Kalau cemilan selalu keripik ubi, pisang,” cerita Majito di Hotel Inna Parapat kepada Tribun Medan belum lama ini.

Majito Damanik, chef Hotel Inna Parapat. Dialah yang menjadi chef untuk seluruh menu Presiden Joko Widodo dan rombongan saat festival di Toba beberapa waktu lalu.

Sebelum makanan disajikan kepada Presiden, tim kepresidenan selalu mengetes satu porsi makanan. Agar menjaga keamanan. Bahkan, pasukan pengamanan presiden selalu menjaga chef di dapur.

“Kalau dilihat sangat sederhana ya Pak Presiden. Mungkin kesederhanaan beliaulah banyak disukai masyarakat. Apa yang khas ditempat itu yang disukai beliau. Snacknya itu yang tidak ketinggalan makanan khas Parapat, dolun-dolun dan lappet,” ujar dia.



Ia tidak menduga dipercaya menyajikan makanan untuk Presiden Jokowi bersama rombongan. Baginya, pengalaman yang sangat berharga selama 10 tahun menjadi chef.

“Pengalaman yang cukup berharga jadi saya sangat bahagia dipercaya. Makanan yang saya masak itu bisa diterima beliau, tidak ada keluhan, tidak ada komplain dan ini sangat membanggakan tim kami,” kata Majito.

Majito pernah juga membantu menyajikan makanan untuk Presiden Megawati bersama suaminya, almarhum Taufik Kiemas. Namun, ia tak secara khusus memasak seluruh makanan untuk Megawati.

“Begitu juga Pak SBY, waktu datang ke Parapat, kami juga sudah bantu masak. Yang Spesial ini yang terakhir ini, menyajikan makanan untuk Presiden Joko Widodo. Syukur hingga sekarang keluhan belum pernah ada,” kata dia.

Sepekan sebelum kedatangan Presiden Jokowi ke Parapat, tim kepresidenan telah menunjuknya untuk memasak. Oleh karena itu, ia mempersiapkan beragam menu.

"Kami hanya mempersiapkan menu yang akan kami sajikan.Terus ada dari Paspampres yang datang pas hari H, Pak Wawan. Pak Wawan menentukan menu yang akan dimasak, kami punya menu direvisi ditambah dan dikurangi,” ia mengenang. (sumber)

Thariqot Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliah di Nusantara Berpusat di Simalungun

Agustus 12, 2015 1 Comment
Puluhan jemaah Latiful Akbar yang bermukim di Macedde, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Taneteriattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menggelar ibadah shalat Idul Fitri di Masjid Latiful Akbar, Selasa (5/7/2016).

Jemaah Latiful Akbar menggelar Lebaran lebih awal berdasarkan pemantauan dari 14 yayasan Latiful Akbar di seluruh tanah air yang menyepakati bahwa 1 Syawal jatuh pada hari ini.

Jemaah Latiful Akbar sendiri merupakan jemaah dzikir yang mengenakan sorban serta jubah panjang sebagai curi khas identitas mereka.

"Berdasarkan pemantauan dari 14 yayasan Latiful Akbar di seluruh tanah air yang menyepakati bahwa lebaran jatuh pada hari ini, jelas Hadrawi Daeng Parani, pimpinan Jemaah Latiful Akbar Kabupaten Bone.

Sementara itu, di Medan, jamaah tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliah pimpinan Buya Prof DR Syekh Salman Da'im tak lagi melaksanakan shalat tarawih selepas shalat Isya, Senin (4/7/2016).

Pengikut silsilah Naqsyabandiyah ke-36 sesudah Rasulullah ini langsung menggelar takbiran. Selasa (5/7/2016) sekitar pukul 07.00 WIB, mereka melakukan ibadah shalat Idul Fitri.

"Kami baru selesai melaksanakan shalat Idul Fitri. Hari ini kita lebaran, selepas shalat Isya semalam, kami langsung takbiran. Seluruh jamaat Thariqot Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliah di nusantara melaksanakannya," kata Willy, salah seorang jemaah yang dikonfirmasi via telepon selulernya.

Menurut Willy, tarekat yang dianutnya berpusat di Bandar Tinggi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Ada 12 rumah ibadah suluk atau pesantren di Indonesia yang dimiliki thariqot ini. Salah satunya berada di Medan.

Menurut dia, pengikut aliran ini ada jutaan orang. Di Sumatera Utara, ada sekitar 10.000 jamaah. Buya Prof DR Syekh Salman Da'im adalah Mursyid atau guru besar ilmu tarekat dan suluk.

Sementara itu, di Medan, takbiran dan shalat Id dipusatkan di rumah suluk pondok Pesantren Darus Syafa Li Ahli Taqwa Thariqot Naqsyabandiah Alkholidiah Jalaliah di Jalan Kongsi, Pasar 4 Gang Leman Harahap, Marindal, Kabupaten Deli Serdang. Shalat dipimpin oleh imam Syekh Muda Nur Zikri dan khatib Syekh Muda Anwar Syazali.

"Ini yang ketujuh kali dilaksanakan di Medan," kata Willy.

Penetapan 1 Syawal dan 1 Ramadhan mereka menggunakan hisab Qamariyah. Ditanya kenapa berbeda dengan hari dan tanggal yang sudah ditentukan pemerintah, dia bilang tidak ada masalah dan itu sama saja.

"Kalau masalah waktu itu sama saja. Kalau yang namanya hari besar, hari Tasyrik, ya dua hari lebaran, ya sama saja. Memang kebetulan hitungannya kita hari ini lebarannya," pungkas Willy.

Sebelumnya, tarekat ini menetapkan awal Ramadhan lebih cepat sehari dari ketetapan pemerintah. 1 Syawal 2015 juga lebih cepat sehari. (sumber)